Diberdayakan oleh Blogger.
ikum share

Kamis, 21 Juni 2012

pendidikan Orang Dewasa : Menilai Kebutuhan dan Minat Orang Dewasa dalam Proses Pembelajaran

POD : Menilai Kebutuhan dan Minat Orang Dewasa dalam Proses Pembelajaran


A. Defenisi kebutuhan belajar orang dewasa
Berbicara tentang pendidikan orang dewasa lebih luas dari pada sekedar mengajarkan tentang buta huruf untuk pandai membaca dan menulis. Batasan yang direkomendasikan oleh UNESCO dapat ditejemahkan sebagai berikut : ”istilah pendidikan orang dewasa berarti keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, apapun isi, tingkatan dan meteodanya, baik formal maupun tidak, yang melanjutkan maupun menggantikan pendidikan semula di sekolah, kolese dan universitas serta latihan kerja., yang membuat orang yang dianggap dewasa oleh masyarakat mengembangkan kemampuannya, memperkaya pengetahuanya, meningkatkan kualifikasi teknis atau profesionalnya, dan mengakibatkan perubahan pada sikap dan prilakunya dalam perspektif rangka perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasi dalam perkembangan sosial, ekonomi dan budaya yang seimbang dan bebas.”

B. Hakikat Kebutuhan
Banyak orang yang menyamakan mengenai pengertian antara kebutuhan (needs) dan keinginan (want). Demikian pula mengenai perbedaan antara keduanya. Tetapi tulisan ini tidak akan membahasnya, mengenai kedua pengertian diatas, tetapi yang utama adalah akan memberikan perumusan operasional yang akan bermanfaat dalam perencanaan program belajar. Pengertian kebutuhan dalam pengembangan program pendidikan dapat dibedakan atas kebutuhan dasar dan kebutuhan pendidikan.
a. Kebutuhan Dasar
Walaupun para ahli psikologi setuju bahwa ada sesuatu kebutuhan yang bersifat biologis dan psikologis bagi setiap orang, tetapi mereka belum bersetuju, apakah kebutuhan itu. Salah satu rumusan dikemukakan oleh Abraham Maslow dengan “kebutuhan yang bersifat khirarhis” yang dapat digambarkan seperti yang
dibawah ini.
Khirarkhis Kebutuhan dari Maslow
Disamping Maslow, Gardner Murphy menggambarkan kebutuhan itu diatas, empat kategori, yang terdiri dari :
a.       Kebutuhan dasar yang berkaitan bagian -bagian penting tubuh misalnya kebutuhan untuk makan, minum, udara dan sejenisnya.
b.      Kebutuhan akan kegiatan, meliputi kebutuhan “untuk tetap bergerak”
c.       Kebutuhan sensori meliputi kebutuhan untuk warna, suara ritme, kebutuhan yang berorientasi terhadap lingkungan dan sejenisnya.
d.      Kebutuhan untuk menolak sesuatu yang tidak mengenakkan, seperti rasa sakit, ancaman dan sejenisnya.
Selanjutnya Knowles membagi kebutuhan dasar manusia atas beberapa
macam, diantaranya :
a.       Kebutuhan fisik. Kebutuhan ini yang paling mudah dilihat. Dalam hubungan dengan pendidikan, maka kebutuhan itu meliput i kebutuhan untuk melihat, mendengar, beristirahat. Jika tulisan terlalu kecil, suara terlalu pelan, jika kursi terlalu keras orang cenderung tidak merasa senang, sehingga tidak dapat mengkonsentrasikan dirinya kepada belajar. Kebutuhan fisik merupakan sumber motivasi pada sebagian tindakan manusia.
b.      Kebutuhan berkembang. Menurut para ahli psikologi dan psikiatri kebutuhan untuk berkembang merupakan kebutuhan yang paling dasar dan universal. Orang dewasa yang merasa tidak mempunyai masa depan untuk berkembang, kehidupan akan tidak berguna. Kebutuhan untuk berkembang ini adalah merupakan dorongan yang kuat untuk belajar, karena pada dasarnya, pendidikan adalah perkembangan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan , sikap dan minat. Belajar sesuatu yang baru akan memberikan rasa berkembang bagi seseorang.
c.       Kebutuhan rasa aman. Kebutuhan rasa aman termasuk kebutuhan rasa aman baik fisik maupun psikologis. Oleh karena adanya kebutuhan ini, maka kita merasa aman dalam pekerjaan yang ditata secara teratur dan sistematik. Dengan kebutuhan ini, kita ingin mengetahui dimana dapat memperoleh sesuatu, apa yang akan terjadi pada masa yang akan dating. Demikian pula biasanya kita akan menolak cara baru walaupun cara lama lebih baik, karena kita ingin lebih aman dengan cara yang sudah pernah kita lakukan. Apabila rasa aman itu terganggu, maka akan ada kecenderungan kita untuk menarik diri berbpartisipasi atau kita mencari jalan lain yang berlawanan yaitu dengan cara mencari per lindungan dalam bentuk diawasi atau didominasi oleh orang lain.
d.      Kebutuhan untuk memperoleh pengalaman baru. Berlawanan dengan kebutuhan rasa aman, maka manusia sering melakukan cara berlawanan, yaitu dengan mencari petualangan atau melakukan sesuatu yan g mengandung resiko. Manusia cenderung merasa bosan dengan terlalu banyak yang rutin atau terlalu banyak rasa aman. Apabila betuhan untuk memperoleh pengalaman baru dihalangi, maka dapat mengakibatkan perbuatan yang acuh, impulsive dan tersinggung. Adanya kebutuhan untuk mencari pengalaman baru ini, maka orang didorong untuk mencari kawan baru, minat baru, cara-cara baru, dan gagasan baru.
e.       Kebutuhan afeksi. Setiap orang ingin disenangi walaupun untuk menuju kesitu kadang-kadang menunjukan keinginan yang berlawanan. Apabila orang merasa tidak disukai, atau kebutuhan afeksinya dihalangi, maka mereka akan merespon dalam dua bentuk perilaku yang ekstrim. Pertama, mereka menarik diri atau bersifat agresif. Kedua, mereka akan memilih jalan tengah yaitu dengan p erilaku yang berpura-pura.
f.       Kebutuhan untuk memperoleh pengakuan. Setiap manusia mempunyai kebutuhan untuk dipuji dan dihormati oleh orang lain. Keinginan ini mendorong orang untuk memperoleh kedudukan dalam kelompok sosialnya, lembaganya dan masyarakatnya. Dengan klata lain mendorong orang untuk mencari status dan perhatian orang lain. Kebutuhan untuk memperoleh pengakuan ini apabila dihalangi, maka orang itu merasa tidak punya harga sehingga ia menarik diri atau ia berusaha untuk memperoleh perhatian.




b. Kebutuhan Pendidikan
Kebutuhan pendidikan, dilain pihak adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh orang itu demi kebaikan bagi dirinya, bagi lembaganya, maupun bagi kebaikan masyarakatnya. Kebutuhan pendidikan itu adalah merupakan kesenjangan antara penampilan kemampuannya paad saat ini dengan penampilan kemampuan yang diinginkan sebagai diinginkan oleh dirinya, lembaganya ataupun oleh masyarakatnya.

C. Hakikat Minat
Minat sebagaiman dirumuskan dalam “encyklopedia of Psychology” adalah “factor yang ada pada diri seseorang yang menyebabkan ia tertarik atau menolak terhadap objek orang dan kegiatan dalam lingkungannya”. Tetapi dalam hubungannya dengan apa yang telah dibicaran terdahulu, “minat pendidikan” dapat dirumuskan lebih khusus yaitu pilihan diantara bebrapa kemungkinan kegiatan yang dipandang akan memuaskan kebutuhan pendidikannya.Jika kebutuhan dapat diekspresikan dengan perilaku “want” atau “desire” , maka minat dapat diekspresikan dengan “liking” atau “preference”.

a.      Minat Umum
Hakikat minat adalah sangat bersifat pribadi, dan oleh karenanya minat sangat berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya, bahkan minat dalam diri seseorang berbeda dari waktu ke waktu. Tetapi beberapa upaya telah dikembangkan untuk mengkategorisasikan minat yang akan bermanfaat untuk tuntunan dalam menemukan minat khusus seseorang.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Minat
Beberapa generalisasi tentang pengaruh tingkat sosial ekonomi terhadap minat berdasrkan hasil studi Johnstone adalah:
a.       Makin rendah tingkat status sosial ekonomi seseorang, maka makin kurang menekankan pentingnya akan pendidikan
b.      Rata-rata warga masyarakat dari tingkat ekonomi yang rendah berminat terhadap pendidikan sepanjang pendidikan itu mempunyai kegunaan praktis terhadapnya.
c.       Walaupun pendidikan secara luas dipandang sebagai suatu saluran yang tepat untuk mobilitas sosial, rata -rata warga masyarakat yang berasal dari status sosial rendah kurang siap dibandingkan dengan mereka yang status sosial ekonominya tingkat menengah untuk melanjutkan pendidikannya.
d.      Rata-rata warga masyarakat dari status sosial ekonomi rendah tidak melihat pendidikan sebagai upaya untuk pengembangan pribadi atau realisasi diri pribadi, dan ini dapat dijelaskan mengapa mereka kurrang siap untuk mengikuti program pendidikan yang bertujuan rekreasi dari pada yang bertujuan keterampilan.
Selanjutnya perlu diketahui pula, bahwa minat untuk melanjutkan pendidikan
berbedabeda pula karena factor kelamin, tempat tinggal, kota atau desa, suku bangsa dan besarnya dan jenis masyarakat.

c. Perubahan Minat dalam Daur kehidupan
Salah satu factor penting dalam perencanaan program yang perlu diperhatikan adalah adanya perubahan minat dalam daur kehidupan sesorang. Walaupun jumlah minat sesorang dalam daur kehidupannya relatif konsatan, tetapi isinya cenderung berubah.
Minat terhadap keterampilan dan kehidupan keluarga cenderung didominasi oleh orang yang dewasa muda (18 th -35 th). Hal ini disebabkan karena mereka ingin mencari kemapanan dalam pekerjaan dan rumah tangga. Mereka berumur dewasa tua (35 th-55 th) cenderung mempunyai minat terhadap masalah civic, kegiatan sosial, dan kesehatan. Sedangkan mereka yang mendekati masa tua minatnya menunjukan pada aspek kebudayaan termasuk agama.

D. Menilai Kebutuhan dan Minat
Ada tiga sumber kebutuhan dan minat yang harus dipertimbangkan dalam
perencanaan program-program pendidikan. Ketiga sumber tersebut berasal dari:
1. Individu yang akan diberi pelayanan pendidikan
2. Organisasi atau lembaga yang akan diberi sponsor
3. Masyarakat secara keseluruhan

a. Kebutuhan dan Minat Individu
Apa yang harus dipelajari seseorang dapat diperleh dari sumber -sumber seperti berikut:
a.       Dari orang itu. Untuk mengetahui kebutuhan belajar orang tersebut dapat dilakukan dengan melalui wawancara, diskusi kelompok, ataupun menggunkan kuesioner. Tetapi cara demikian kurang memperoleha jawaban secara mendalam, serta jawaban yang diberikan mungki n akan dibuat-buat.
b.      Dari orang yang mempunyai “peran pembantu” orang lain.
c.       Dari Media massa
d.      Dari buku-buku yang bersifat professional
e.       Dari organisasi dan survey masyarakat

b.Kebutuhan Organisasi
Suatu organisasi atau lembaga adalah organisme yang hidup yang mempunyai kebutuhan juga. Apabila mengambil hirarkhi kebutuhan yang dikemukakan Maslow, maka organisasi itu mempunyai pula kebutuhan untuk hidup, kebutuhan rasa aman, kebutuhan untuk dihargai dan kebutuhan untuk perwujudan diri. Hal tersebut sangat tergantung para personalnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam setiap kelembagaan biasanya memikirkan mengenai kebutuhan latihan, artinya perubahan yang harus dibuat terhadap para pegawainya dengan menggunakan teknik –teknik pendidikan untuk menciptkan efisiensi dan pencapaian tujuan dari lembaga itu. Dalam setiap situasi organisasi sering terjadi kebutuhan akan latihan secara berulang-ulang apabila:
- adanya pegawai baru
- adanya penguasaan pimpinan baru, yang ia belum kenal akan tugasnya
- cara mengerjakan suatu pekerjaan yang terdahulu telah berubah
- adanya alat-alat baru
- tujuan dan cara kerja telah berubah
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan latihan adalah:
a. Wawancara
b. Angket
c. Laporan dan catatan manajemen
d. Test
e. Analisis masalah kelompok
f. Analisis pekerjaan yang dikombinasikan dengan penilaian terhadap penampilan
g. Teknik insiden kritis
h. Panel Penilaian

c. Kebutuhan Masyarakat
Pengertian “masyarakat” sering berbeda -beda antara pendidik yang satu dengan pendidik yang lainnya. Bagi lembaga internasional, pengertian masyarakat berarti masyarakat dunia. Bagi lembaga -lembaga nasional, pengertian masyarakat adalah suatu negara. Bagi seorang ahli tertentu, pengertian masyarakat berarti orang –orang yang berkecimpung dalam bidang keahlian tertentu itu. Bisa pula pengertian masyarakat itu meliputi satu kota atau seluruh warga masyarakat. Oleh karena itu setiap pendidik merumuskan sendiri setiap masyarakat yang akan dilayani itu dan selanjutnya mengidentifikasi kebutuhan belajar masyarakat tersebut. Salah satu teknik untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar suatu masyarakat adalah dengan menggunakan community survey. Pengertian community survey dapat meliputi dari studi yang paling sederhana sampai dengan studi yang paling komprehensif.
Ada beberapa langkah dalam melaksanakan survey masyarakat:
a.       Merumuskan tujuan
Setiap kelompok yang ingin melaksanakan survey masyarakat, harus tahu
apa yang penting untuk studi dari masyarakat itu. Oleh karena itu, harus dirumuskan dalam tujuan survey masyarakat.
b.      Membentuk tim pelaksana.
Walaupun studi ini sangat terbatas, maka perlu dibentuk suatu tim yang akan merencanakan dan melaksanakan survey tersebut. Disaran kan pula agar dalam tim itu didudukan wakil -wakil yang berasal unsure-unsur masyarakat dimana data itu akan diperoleh.
c.       Menentukan ruang lingkup masalah yang akan disurvey.
Masyarakat bagaimanapun kecilnya adalah sangat kompleks. Oleh karena itu tidak ada seorangpun atau kelompok yang mengharapkan dapat melakukan survey
yang lengkap mengenai masyarakat itu. Suatu hal yang menjadi prioritas dalam survey suatu masyarakat ini adalah merancang pertanyaan -pertanyaan apa yang memerlukan jawaban. Sebab pada akhirnya, suatu studi adalah menjawab pertanyaan -pertanyaan. Langkah pertama dalam survey adalah tim harus memikirkan pertanyaan apa yang mungkin berguna untuk mendapatkan jawaban, yang selanjutnya disusun dalam suatu urutan
d.      Merekrut dan melatih tenaga sukarela
Tergantung pada ruang lingkup masalah yang akan di studi, maka mungkin studi itu memerlukan beberapa tenaga sukarela. Dalam kenyataannya, ada korelasi langsung antara tenaga sukarela dalam suatu survey masyarakat dengan nilai hasil
survey itu
e.       Mengidentifikasi sumber yang diperlukan
Sumber informasi yang diperlukan dalam suatu survey masyarakat dapat diperoleh dari:
1.      bahan-bahan cetak, seperti laporan (pemerintahan setempat, sensus, organisasi, buku petunjuk, laporan survey dan sejenisnya).
2.      petugas suatu lembaga, seperti petugas pemerintah, tenaga sukarela, petugas media massa atau anggota dari suatu organisasi.
3.      Orang-orang kunci seperti pimpinan-pimpinan masyarakat, petugas humas, pendidik, penyunting surat kabar.
4.      Warga masyarakat umum, yaitu anggota warga suatu masyarakat.
f.       Mengumpulkan informasi
Barangkali prosedur yang paling efisien dalam mengumpulkan informasi yang diperlukan adalah mengorganisir tim-tim khusus yang sesuai ruang lingkup survey itu.
g.      Mengorganisir informasi
Data-data dan informasi yang dikumpulkan harus diorganisir guna dianalisis dan ditafsirkan. Penafsiran informasi biasanya dilakukan oleh suatu kelompok. Data-dat yang dikumpulkan harus segera dipadukan untuk klasifikasi. Beberapa saran untuk pengorganisasian data itu, dapat dilakukan menggunakan table, disusun secara naratif, peta, bagan, foto dan sejenisnya. Bahan -bahan yang telah
disusun/diorganisir ini apabila untuk dipresentasikan bagi publik seyogianya disusun dalam bentuk yang ringkas, dibandingkan apabila akan dipresentasikan kepada penyelenggara studi.
h.      Menafsirkan informasi
Apabila informasi telah disusun, anada harus menyadari bahwa informasi itu belum merumuskan kebutuhan pendidikan untuk masyarakat. Suatu proses lagi masih diperlukan untuk menafsirkan informasi tersebut.

Ditulis Oleh : ika putriey Hari: 14.16 Kategori:

2 komentar:

rizal faperta mengatakan...

cantik blognya kyk orngnya,,,,,,http://efomedia.blogspot.com/

ika putriey mengatakan...

hhehehehe makasii rizal :D