Diberdayakan oleh Blogger.
ikum share

Rabu, 06 Juni 2012

makalah Konsep Dasar PLS : keaksaraan fungsional


makalah Konsep Dasar PLS : keaksaraan fungsional : baca jga ya postingan sebelumnya makalah Pengantar ilmu pendidikan : pengertian manusia dan hakikatnya  !!!
BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar belakang

Pada dasarnya orang dewasa dalam belajar memiliki kebutuhan dan kemampuan. Mereka akan tertarik untuk belajar apabila materi yang dipelajari terkait langsung dengan kebutuhaan, pemecahan masalah nyata dan sesuai dengan lingkungan kearah proses pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip belajar orang dewasa (andragogie). Dalam pandangan Ahmadi, mengembangkan suatu keterampilan orang yang buta aksara itu sangat penting karena mengembangkan keterampilan atau pemberantasan bua huruf keaksaraan fungsional merupakan suatu pembangunan masyarakat dalam nilai-nilai sosial maupun nilai-nilai kependidikannya.

1.2         Tujuan

Adapun tujuan dari pembelajaran buta huruf dan keaksaraan fungsional adalah:
1.   Meningkatkan pengetahuan membaca, menulis dan berhitung serta keterampilan fungsional untuk meningkatkan taraf hidup peserta didik.
2.      Menggali potensi-potensi dan sumber-sumber kehidupan yang ada dilingkungan sekitar peserta didik untuk memecahkan masalah keaksaraan.

1.3         Sasaran

Sasarannya adalah penduduk atau warga yang tinggal di wilayah Sanenrejo, kecamatan Tempurejo, kabupaten Jember.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Keaksaraan Fungsional

Keaksaraan Fungsional adalah sebuah usaha pendidikan luar sekolah dalam membelajarkan warga masyarakat penyandang buta aksara agar memiliki mampu menulis, membaca dan berhitung untuk tujuan yang pada kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya, untuk peningkatan mutu dan taraf hidupnya.
Desa Sanenrejo merupakan salah satu desa di kabutaen Jember yang sebagian warganya masih menyandang buta huruf. Usia penyandang buta aksara berusia 15-60 tahun pada pemberantasan buta aksara melalui program keaksaraan fungsional. Buta aksara adalah orang yang tidak memiliki kemampuan-kemampuan membaca, menulis dan berhitung serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil studi, warga belajar program KF, terdiri dari dua karakteristik yaitu yang berasal dari buta aksara murni dan Droup Out Sekolah Dasar yang masih memerlukan layanan pendidikan keaksaraan sampai memenuhi kompetensi keaksaraan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, keaksaraan fungsional berpusat pada masalah, mengarahkan pengalaman belajar pada masalah yang dihadapi oleh warga belajar dalam kehidupan sehari-hari.
Pemberantasan buta aksara memiliki tahapan, yaitu, tahap keaksaraan dasar dan tahap keaksaraan mandiri. Tahap keaksaraan dasar adalah warga belajar yang belum memiliki pengetahuan dasar tentang calistung (baca tulis hitung) tetapi telah memiliki pengalaman yang dapat dijadikan kegiatan pembelajaran. Terakhir, tahap keaksaraan mandiri adalah warga belajar telah memiliki pengetahuan dan pengalaman.



2.2  Pelaksanaan Program Keaksaraan Fungsional Dasar

Program keaksaraan fungsional dasar dilaksanakan dibeberapa wilayah Indonesia. Salah satunya diselenggarakan di Desa Sanenrejo, Kabupaten Jember. Program keaksaraan dilaksanakan dengan berbagai metode dan pendekatan oleh lembaga dengan tujuan memberikan ketertarikan warga belajar. Metode dan pendekatan yang dilakukan pun berbeda-beda sesuai dengan desain konteks lokal dari keberadaan penyelenggaraan program. Program keaksaraan pun diikuti dengan kegiatan fungsional seperti, membuat berbagai macam kue, budidaya belut ataupun kegiatan peningkatan keterampilan hidup warga belajar. Perbedaan metode dan pendekatan yang dilakukan oleh lembaga berpedoman kepada Standar Kompetensi Keaksaraan Dasar (SKKD) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
Proses pembelajaran yang digunakan mengutamakan daur sebagai berikut :
DISKUSI – AKSI – MENULIS – MEMBACA - AKSI-BERHITUNG - AKSI dan AKSI FUNGSIONAL.
Ø  Tempat dan Waktu Pembelajaran
Desa Sanenrejo adalah salah satu desa di Kecamatan Tempurejo yang letaknya berada di tengah-tengah perkebunan. Sebagian besar warga masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan memiliki latar belakang pendidikan yang minim. Kegiatan KF dilaksakan dengan bertempat di salah satu rumah warga yang telah dilengkapi sarana-prasarana yang sederhana.

2.3  Fungsi dan Tujuan

Berdasarkan teori yang para ahli, keaksaraan Fungsional memiliki fungsi mengembangkan kemampuan dasar manusia yang meliputi kemampuan membaca, menulis dan berhitung yang bersifat fungsional dalam meningkatkan mutu dan taraf kehidupan dan masyarakatnya. “Tujuan utama program keaksaraan fungsional adalah membelajarkan warga belajar agar dapat memanfaatkan kemampuan dasar baca, tulis, dan hitung (calistung) dan kemampuan fungsionalnya dalam kehidupan sehari-hari.




Keaksaraan fungsional di desa Sanenrejo memiliki tujuan:
a.       Membelajarkan masyarakat yang buta aksara usia 15 tahun ke atas agar memiliki keterampilan membaca, menulis, berhitung, mendengar dan berkomunikasi teks lisan dan tertulis dengan menggunakan aksara dan angka dalam bahasa Indonesia.
b.      Memperluas akses penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan.
c.       Meningkatkan keberdayaan penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas melalui peningkatan pengetahuan sikap dan keterampilan serta berusaha secara mandiri.
d.      Membantu meningkatkan indek pembangunan Indonesia melalui peningkatan angka melek aksara secara nasional.  

2.4  Pendidik

Di desa Sanenrejo terdapat beberapa tempat yang menyelenggarakan kegiatan keaksaraan fungsional bagi warga desa setempat. Dan umunya disetiap tempat hanya ada satu tutor yang menangani satu kelompok.
Nama Pendidik di salah satu KF Desa Sanenrejo
No
Nama
Tgl Lahir
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat

1.

Lilik Suharni

12-02-1968
(43 tahun)

SLTA

Tutor Paud & KF
Desa Sanenrejo,Kec:
tempurejo,Kab:
Jember (RT03/RW01)

 




2.5  Peserta Didik

            Keaksaraan fungsional yang ada di desa Sanenrejo di bagi menjadi beberapa kelompok. Salah satu yang menjadi sasaran penelitian lapangan adalah KF yang di tutori oleh ibu Lilik suharni. Berikut daftar nama-nama warga yang terdaftar sebagai peserta KF sanenrejo dengan tutor ibu Lilik Suharni.
NO
NAMA
L/P
PEKERJAAN
1.
Jumaiyah
P
Petani
2.
Wagiman
L
Petani
3.
Nirah
P
Petani
4.
Miskuri
P
Petani
5.
Halimah
P
Petani
6.
Misinem
P
Petani
7.
Amin
P
Petani
8.
Gamong
P
Petani
9.
Siami
P
Petani
10.
Busiam
P
Petani
11.
Katimah
P
Petani
12.
Ngatiyah
P
Petani
13.
Boniyem
P
Petani
14.
Poniyem
P
Petani

Dalam kelompok ini terdapat 14 nama yang terdaftar sebagai warga belajar KF sanenrejo. Umumnya mereka berpencaharian sebagai seorang petani. Profesi warga sebagai petani seringkali menjadi hambatan berlangsungnya pembelajaran, dikarenakan pada siang hari warga sibuk bekerja sehingga malam hari cenderung kelelahan dan enggan untuk mengahadiri kegiatan KF.  Terhitung hanya ada dua warga belajar yang aktif di setiap berlangsungnya kegiatan.



2.6  Materi

Program pembelajaran dikembangkan atas dasar masalah, minat dan kebutuhan warga belajar. Materi belajarnya didasarkan pada hal-hal tersebut, serta mencakup kegiatan yang dapat membatu mereka dalam mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya, diutamakan CALISTUNG.
Tujuan akhirnya adalah bagaimana membuat setiap warga belajar dapat memotivasi dan memberdayakan dirinya, meningkatkan taraf hidupnya, mandiri, serta bagaimana menciptakan masyarakat yag gemar belajar (Learning Society).
Materi dalam program KF ini dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
·         Tahap Pemberantasan
Membaca
1. Mengenal huruf vokal (aj, u,e,o)
2. Mengenal beberapa huruf konsonan ( b,c,d,e, d1l)
3. Membedakan vokal dan konsonan
4. Merangkai huruf menjadi kata (2-3 SK), dan masih dibantu orang lain
5. Membaca kata dengan dieja
6. Membaca kalmat tanpa memperhatikan tanda baca
7. Membaca kalimat dengan benar
8. Mengetahui istilah berdasarkan tempat susunan kata (dengan kata-kata yang familiar)

Menulis
1. Menulis Hama sendiri
2. Menulis beberapa kata, tapi masih perlu bantuan orang
3. Mencontoh/menyalin tulisan orang lain
4. Menulis kata/kalimat yang sudah dikenal
5. Menulis satu kalimat dengan bantuan orang lain
6. Menulis kalimat dengan menggunakan tanda baca (?, .)
7. Menulis kalimat dengan meng-gunakan huruf besar dan kecil (belum beraturan)
8. Menulis beberapa kalimat repetisi (± 3 baris dengan 3–5 kata )

Berhitung
1. Mengenal angka satuan, puluhan, ratusan, ribuan dengan melihat uang.
2. Mengenal simbol operasional ( +, - )
3. Menghitung bilangan dengan menggunakan satu simbul +1 -, x,
4. Mengenal ukuran panjang
5. Mengenal ukuran berat
6. Mengenal ukuran takaran
Keterangan : Masih perlu bantuan Tutor dan warga belajar lainnya

·         Tahap Pembinaan
Membaca
1.Biodata, KTP
2.Kartu Keluarga
3.Formulir
4.Kalender
5.Jadwal
6.Menu Masakan
7.Resep Masakan
8.Pengumuman
9.Tulisan orang lain
0.Surat yang ditulis orang lain
I.Daftar harga
2.Kuitansi/faktur
3.Iklan
4.Membaca pada label/kemasan
5.Petunjuk kegiatan
6.Rambu-rambu lalu lintas seder-hang
7.Buku agama.




Menulis
1.Nama anggota keluarga
2.Biodata / KTP
3.Kartu Keluarga
4.Formulir
5.Menulis benda-benda yang dikenalnya.
6.Menulis surat sederhana
7.Kegiatan sehari-hari
8.Resep masakan
.Pembukuan sederhana
0.Karangan/artikel sederhana
1.Petunjuk kegiatan/keteram-pilan tertentu
2.Daftar kebutuhan sehari-hari
3.Menulis rencana kegiatan

Berhitung
1.Mengisi kwitansi bilangan
2.Membuat daftar belanja
3.Membuat kalkulasi harga
4.Membuat kalkulasi keuntungan
5.Membuat pembukuan sederhana
6.Mengukur panjang kayu, lugs tanah, membuat pola, baju, dll
7. Menimbang barang dagangan
8. Mengukur takaran minyak, bergs, dan lain-lain
9. Mengambil uang di bank dan lembaga keuangan lainnya
0. Meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan lainnya
1. Membuat arisan yang sederhana di koperasi
Keterangan : Perlu sedikit bantuan dari Tutor



·         Tahap Pelestarian
Membaca
1.Membaca surat-surat pribadi
2.Membaca surat kabar (bagian tertentu )
3.Membaca majalah tertentu
4.Membacakan suatu bahan bacaan kepada anak-anak
4. Membaca catatan/surat dari dan untuk sekolah
5. Membaca buku hiburan (jenis: petualangan,misteri, roman, sejarah dan buku-buku tentang masyarakat
6. Membaca buku-buku untuk mendapatkan informasi kisah nyata, pekerjaan, anak-anak, kesehatan, agama, hobby dan hiburan dll.

Menulis
1.Menulis atau mengisi formulir
2. Menulis surat-surat pribadi
3. Meningkatkan kemampuan tulisan tangan
4. Menuliskan surat untuk keperluan sekolah anak-anak
5. Menulis catatan/surat dari dan untuk sekolah
6. Menulis keperluan diri sendiri (seperti : jurnal atau catatan harian, pengalaman diri, nasehat, pendapat, laporan yang pernah dibacanya, riwayat hidup, cerita-cerita, sajak dan syair lagu)
7. Menulis catatan catatan atau surat dari dan atau ke relasi kerja.
8. Menulis laporan pekerjaan, Tabel, dan pengumuman

Berhitung
I.Menghitung kebutuhan rumah tangga
2. Menghitung kebutuhan kesehatan
3. Menghitung kebutuhan sekolah
4. Menghitung kebutuhan modal usaha membuat proposal) dll



2.7  Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana Pendukung Yang Dimiliki
Sarana / prasarana belajar yang telah disediakan diantaranya :
a. Papan tulis
b. ATK Warga Belajar, Tutor dan Kelompok Belajar.
c. Modul dan bahan belajar lainnya.
d. Papan Nama Kelompok Belajar.
e. Sarana Administrasi, meliputi :
ü  Daftar Hadir Warga Belajar
ü  Daftar Hadir Tutor  
ü  Buku Tamu
ü  Buku Administrasi Kelompok Belajar
ü  Buku Rencana Kegiatan Program Pelakanaan Fungsional
ü  Jadwal Belajar/Pertemuan.
ü  Buku harian Konsultasi antara Warga Belajar dengan Tutor
ü  Buku harian untuk menulis laporan kemajuan Warga Belajar.

2.8  Strategi Pembelajaran Keaksaraan Fungsional

Hakikatnya warga belajar keaksaraan fungsional merupakan tergolong dalam orang dewasa. ”Strategi dan pendekatan pembelajaran yang digunakan hendaknya mengikuti kaidah-kaidah pendidikan orang dewasa (Andragogi). Kaidah-kaidah pendidikan orang dewasa yang dimaksud adalah:
  1. Pembelajaran harus berorientasi pada masalah (problem oriented).
  2. Pembelajaran harus berorientasi pada pengalaman pribadi warga belajar (experiences oriented).
  3. Pembelajaran harus memberi pengalaman yang bermakna (meaningfull) bagi warga belajar.
  4. Pembelajaran harus memberi kebebasan bagi warga belajar sesuai dengan minat, kebutuhan dan pengalamannya.
  5. Tujuan pembelajaran harus ditetapkan dan disetujui oleh warga belajar melalui kontrak belajar (learning contract).
  6. Warga belajar harus memperoleh umpan balik (feedback) tentang pencapaian hasil belajarnya.
Pembelajaran pada orang dewasa juga harus berorientasi pada pengalaman warga belajar itu sendiri. Hasil dari pengalaman itu yang menentukan ide, pendirian dan nilai dari orang yang bersangkutan. Pikiran, ide, pengalaman dan informasi yang terdapat diri warga belajar harus dikembangkan sehingga akan membantu perkembangan atau kemajuan belajarnya. Pengalaman merupakan sumber yang kaya untuk dipelajari. Oleh karena itu, orientasi belajar orang dewasa berkaitan dengan erat dengan keinginan dan ketetapannya untuk mengarahkan diri sendiri menuju kedewasaan, dan kemandirian agar pembelajarannya bermakna.
Hakikat tujuan belajar merupakan pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Tetapi dalam proses belajar orang dewasa harus sesuai dengan kontrak belajar yang telah disepakati. Kondisi tersebut dapat menciptakan suasana belajar lebih kondusif.



BAB III
PENUTUP

3.1              Kesimpulan

Keaksaraan Fungsional memiliki fungsi mengembangkan kemampuan dasar manusia yang meliputi kemampuan membaca, menulis dan berhitung yang bersifat fungsional dalam meningkatkan mutu dan taraf kehidupan dan masyarakatnya. “Tujuan utama program keaksaraan fungsional adalah membelajarkan warga belajar agar dapat memanfaatkan kemampuan dasar baca, tulis, dan hitung (calistung) dan kemampuan fungsionalnya dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil Yang Diharapkan Program pembelajaran dikembangkan atas dasar masalah, minat dan akebutuhan warga belajar. Materi pembelajaran mencakup kegiatan yang dapat membantu mereka dalam mengplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya, di utamakan CALISTUNG. Hasil akhir yang ingin dicapai adalah bagaimana membuat setiap warga belajar dapat memotivasi dan memberdayakan dirinya, meningkatkan taraf hidupnya, mandiri serta bagaimana menciptakan masyarakat yang gemar belajar (Learning Society).

3.2              Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian selanjutnya dikemukakan saran sebagai berikut : Disarankan bagi penyelenggara Program KF di desa Sanenrejo agar menambahkan materi keterampilan khusus seperti materi pemanfaatan hasil pertanian karena warga belajar sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani sesuai dengan potensi lingkungan.
Bagi pengelola program keaksaraan fungsional, perlu adanya program pelatihan dan pembekalan yang terintegrasi bagi tutor program yang diterjunkan di lapangan. Disamping itu perlu dibentuk sebuah forum warga belajar, yang bertujuan menjalin kerja sama (silaturami), selain itu juga dapat dijadikan sarana pembinaan, dan pengawasan.

Ditulis Oleh : ika putriey Hari: 22.27 Kategori:

1 komentar:

izudinjosep@gmail.com mengatakan...

makalahnya sangat bagus, ijin kopas, hehehe